Islam · Puisi

Tahajudku dan Dhuhurku

oleh Agus Mustofa dalam buku Tahajud Siang Hari Dhuhur Malam Hari Allah, Tuhanku Kadang aku berpikir apa beda shalat Tahajudku & Dhuhaku Apa pula beda sholat Isya & Dhuhurku…   Aku memulai keduanya dengan Takbir membesarkan Asma-Mu Aku membaca al-Fathihah untuk memuji dan mohon petunjukMu Aku Ruku’ dan sujud mengagungkan dan meninggikanMu Aku bershalawat kepada… Continue reading Tahajudku dan Dhuhurku

Puisi · Thought

Kata Ganti yang Ganti-Ganti

Ikatan dimulai dari kalimat pengguncang arsy dalam satu helaan napas. Tanda kerelaan terucap sudah. Kerelaan melepas “aku” menjadi “kita” hingga lebur raga, otak dan rasa. Seni menekan “aku” tidak banyak berlari dalam dominasi dan ego. Semua tau “aku” dan “aku” bermusuhan dengan belenggu maka berbagi sayap  membumbung bersama  menjadikan “aku” amnesia, hingga dua “aku” lebur… Continue reading Kata Ganti yang Ganti-Ganti

Puisi

Para Pendatang

Bumi tua, kenal betul tingkah pola para pendatang Dipijak gen generasi berbeda yang silih semilih rupa rasa Bumi statis menari diorbit edar, pendatang dinamis beradu di dalam Berlomba menjejal bagian bumi masuk dalam rongga organ pendatang Memodifikasi tempat pijakannya juga tampaknya demi alat sakti yang bisa menukar segala lusa, sewindu, seabad, lalu kikislah pengungsian para pendatang Bumi… Continue reading Para Pendatang

Puisi

Empat Orde Sejarah Lupa

Oleh Gus Tf dalam Akar Berpilin sajak-sajak 2001-2007 1 Kami orang-orang alpa, berkali-kali lupa, di mana kami berada. Kami juga tak tahu ada benda bernama peta dan tempat tinggal kami bisa dikenali dengan semacam tanda. Tentu kami punya nama, tentu juga punya bahasa, tetapi Anda tahu, nama dan bahasa, kini, satu sama lain cenderung serupa, dan… Continue reading Empat Orde Sejarah Lupa