Thought

Donor Mata

pynrpvmd9h

Bulan lalu indera pendengaranku di off kan sementara (selama empat hari lebih tepatnya). Telinga yang berfungsi hanya sebelah karena pasangannya ditutup kapas dan perban. Rasanya mual dan tidak nyaman karna suara yang masuk kecil ditambah lagi orang-orang juga jadi lebay kalau ngomong pake teriak.

Itu baru indera pendengaran dan baru sebelah tapi rasanya sudah tidak enak luar biasa. Bagaimana dengan indera lain? Misalkan indera penglihatan terganggu. Otomatis aktivitas sehari-hari nuansanya akan berbeda.

Lalu ingat salah satu mata kuliah pas jaman kuliah di Ilmu Kesejahteraan Sosial ; nama mata kuliahnya kalau tidak salah Multikutural. Uniknya adalah kita ditugaskan untuk menjadi salah seorang minoritas, mendalami peran dan beraktifitas harian di tempat umum lalu merasakan dan menganalisa bagaimana penerimaan masyarakat? Bagaimana akses yang sudah ada? Saat itu aku memilih untuk menggunakan kursi roda, lalu temanku memilih jadi seorang tuna netra. Dan yaa yang kami rasakan warga disabilitas memang belum (belum loh ya belum) merasakan nyamannya melakukan kegiatan di tanah Indonesia ini sepenuhnya–khususnya penggunaan fasilitas umum.

Kembali lagi ke topik, mungkin akan lazim jadinya jika kita mendengar donor darah, donor ginjal, dan donor tulang belakang. Bagaimana dengan donor mata? Awalnya aku mengira ini akan mengerikan dengan ujung mencongkel bola mata dan imajinasi horor lainnya. Tapi ternyata tidak seseram itu, karena yang diambil hanya selaput retina sehingga bola mata tetap utuh. Proses tersebut diambil ketika pendonor sudah meninggal. Saat semester akhir kuliah aku tergabung menjadi pendonor retina mata. Cara pendaftarannya mudah!

Dalam cerita pendek The Egg karya Andy Weir dikatakan bahwa semua orang yang ada di dunia ini adalah satu orang yang berkali-kali meninggal dan berkali-kali hidup kembali. Inti ceritanya adalah reinkarnasi, namun aku lebih memilih perspektif yang dibangun dalam buku Tanah Lada dalam memaknai cerpen itu: Karna kita satu maka jika kamu melukai orang lain maka kamu melukai diri sendiri. Jika melihat sebuah bencana lalu kita merasa sedih itulah saat dimana kita adalah mereka (Pg.141). Aku suka interpretasinya lebih karena mengingatkanku dengan hadist yang mengumpamakan orang-orang mukmin bagaikan satu tubuh… dan alasan lainku untuk mendaftar adalah senang juga membayangkan ketika sudah meninggal namun masih bisa memberikan manfaat untuk orang lain.

Donor mata difasilitasi oleh Bank Mata Indonesia, pendaftaran dilakukan via online lalu beberapa hari kemudian akan dikirimkan Kartu Anggota Calon Donor Mata. Kartu tersebut berlaku seumur hidup dan setelah calon donor mata meninggal dunia maka ahli waris segera menghubungi Bank Mata sebelum 6 jam (karena retina memiliki masa kadaluarsa).

Berikut syarat menjadi pendonor mata:

  1. Sudah di atas 17 tahun dan ikhlas tanpa paksaan dari pihak lain
  2. Disetujui keluarga / ahli waris
  3. Kornea calon donor jernih
  4. Tidak menderita penyakit: Hepatitis, HIV, Tumor mata, Septikhemia, Sipilis, Glaukoma, Leukimia, serta tumor-tumor yang menyebar seperti: kanker payudara dan kanker leher rahim.
  5. Penyebab dan waktu kematian diketahui.
  6. Mata harus diambil kurang dari 6 jam setelah meninggal dunia
  7. Endothelial vitality Minimal 2000/mm2
  8. To preserve clarity: 850/mm2
  9. Kornea donor harus digunakan dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam untuk tingkat keberhasilan lebih baik
  10. Kornea donor diawetkan dengan: Pendinginan, gliserin anhidrat, ruang lembab, media kultur, McKaufmann medium, atau pengawetan krio

(sumber: http://bankmataindonesia.org/keluarga-donor)

Dalam beberapa artikel dikatakan bahwa kebutuhan kornea di Indonesia bergantung pada pendonor dari luar negeri. Pada beberapa negara di dunia, ketentuan donor sudah diatur dalam undang-undang, seperti di Singapura dan Filipina. Dalam undang-undang  mengatur setiap orang yang meninggal langsung menjadi pendonor (kecuali yang mengajukan penolakan) sehingga tidak perlu lagi ada yang mendaftar untuk menjadi pendonor. Bahkan di Filipina, dalam tempo 6-12 jam, orang yang meninggal karena kecelakaan sudah boleh dijadikan donor kornea. Akhirnya jumlah donor pun meningkat. Di Singapura pun demikian. Bahkan mereka membangun bank mata sebagai negara sumber donor karna jumlah pendonor yang banyak. Di negara kita tercinta ini, untuk mengatasi jumlah donor kornea yang masih sedikit, Bank Mata Indonesia bekerja sama dengan Bank Mata Dunia untuk mencukupi jumlah donor kornea.

Selain dari aspek regulasi, memang pada dasarnya isu ini kurang berkembang di masyarakat atau mungkin karna terdapat beberapa mitos yang kurang tepat dalam mendefinisikan donor mata? Berikut beberapa mitos seputar pendonor mata (link):

  1. Diminta Pertanggung jawaban setelah kematian
    Banyak orang merasa  donor mata tidak boleh dilakukan karena takut diminta pertanggung jawaban setelah meninggal di akhirat. Mereka takut kornea mata digunakan untuk melihat untuk hal-hal yang jahat. Tetapi tahukan anda sebetulnya penglihatan dan kornea mata adalah dua hal yang berbeda ? Kornea Mata adalah bagian dari organ mata. Sedangkan gambaran / penglihatan adalah apa yang dilihat oleh mata. “Yang kita pertanggung jawab adalah apa yang kita lihat, lakukan, ucapkan dan bukan kornea mata nya.
  2. Seluruh bola mata diambil saat didonorkan
    Setelah kita meninggal dan apabila kita telah terdaftar di calon donor mata maka ahli waris wajib memberitahukan pihak Bank Mata Indonesia kurang dari 6 jam setelah calon donor mata dinyatakan meninggal dunia maka pihak bank mata Indonesia akan segera mengirimkan petugas nya untuk melakukan operasi kecil pengambilan kornea di tempat jenazah dibaringkan dan hanya mengambil kornea nya saja BUKAN bola matanya. Operasi kecil itu sangat cepat kurang dari 15 menit.
  3. Orang bermata minus/positif/silinder tidak boleh mendonorkan mata
    Hal itu tidaklah benar karena sebenarnya yang didonorkan adalah kornea nya bukan lensa mata. Oleh karena itu selama kornea masih dalam keadaan baik / tidak terlalu rusak, kornea mata anda dapat didonorkan dan menolong orang yang membutuhkan
  4. Donor Mata dilakukan saat orang masih hidup
    Hal itu tidaklah benar karena donor mata dilakukan saat pendonor sudah meninggal saja yang dilakukan di Indonesia. Bank Mata Indonesia tidak menerima donor dari orang yang masih hidup. Dan seluruh proses pendonoran tidak dipungut biaya apapun.

Jadi? Apa tertarik mejadi pendonor mata?  🙂

 

Sumber Gambar:
http://wartakesehatan.com/61533/indonesia-dapatkan-donor-mata-lebih-banyak-dari-luar-negeri

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s