Cerita · Thought

Ada Kami dalam Surabaya (Part I)

Sebenarnya kita siapa? Dan begitu seringnya berganti peran terkadang menjadikan diri terfragmen menjadi beberapa bagian. Pecahan peran sering kali campur aduk dengan peran lain. Hidup yang tanpa koma dan menuntut kita memenuhi tanggungjawab dengan peran yang kita pilih kadang membuat kita lupa, siapa kita, apa saat ini sudah nyaman dengan menunjukkan diri sendiri? Apa yang kita inginkan apa yang dibutuhkan? Apa sekedar memenuhi keinginan orang lain? Menjadi orang lain agar kita diterima dan disukai.

Obat mujarab dari keletihan hiruk pikuk bisa saja berupa jeda. Jeda untuk banyak dialog dengan Tuhan melalu doa. Jeda untuk menengok masa lalu, bertemu orang-orang yang berperan di masa itu mengunjungi tempat-tempat yang dulu sering kita datangi, dan melihat betapa masa lalu menjadi jawaban kenapa kita menjadi kita saat ini atau mempengaruhi referensi plihan hidup yang kita ambil.

Lets sing..

Surabaya.. Surabaya.. Oh Surabaya… Kota kenangan.. Kota kenangan, takkan terlupa
(oleh Titik Hamzah)

Surabaya adalah salah satu potongan pembentukku.. dan mendapat kesempatan kembali kesana setelah 17 tahun lalu rasanya berdebar, sekaligus bersemangat. Ingin merasakan dan berterima kasih untuk Surabaya di masa kini, SD ku di masa kini, orang-orang penting dalam hidup di masa kini juga.

Surabaya masih sama menyengatnya. Tapi belum menyengat otakku, memori masa kecil terbatas, lima tahun tingga di Surabaya dengan modal biologis anak usia 5-9 tahun, tidak banyak ingatan yang tersisa. Jalanan asing. Macet dan tentu sudah berwujud kota kekinian. Bahkan aku baru tau kalau naik angkot disana tidak perlu bilang ‘kiri bang’ (eh kiri mas, eh apa ya sebutannya? Pak?) karna ada tombol di atas kepala yang bisa ditekan ketikan mau turun.

Mas Go-Jek juga Pak Supir Taxi cerita tentang kisah heroik dan cintanya warga dengan Bu Risma dalam menata kota dan menata kehidupan sosial. Taman yang terawat dan berfungsi maksimal di pusat kota dan sebutlah usaha beliau dalam menangani lokalisasi Dolly. Pemimpin yang menyentuh rakyat dengan  hati akan sampai juga bahasanya kepada hati rakyatnya 🙂

Aku menginap di My Studio Hotel. Lokasinya di Jl. Sumatera 20 C Surabaya. Sudah lama ingin merasakan tidur di ruang terbatas yang tidak muat untuk berdiri dan gulang-guling. Sebutlah tipe hotel kapsul (dalam bentuk yang sebenarnya lebih terlihat seperti balok daripada kapsul). Kalau bahas hotel kapsul bawaannya inget hotel kapsul di Jepang dengan fasilitas tv dan bentuk fasilitas lain yang terselip, tergantung, tertanam di atas atau kanan kiri kapsul. Asas efisiensi ruang tapi tetap memenuhi kebutuhan dan kenyamanan tamu sepertinya prinsip dasar dunia perkapsul-hotelan (sotoooooy). Di My Studio Hotel tidak seheboh hotel kapsul di Jepang, dan tidak perlu fasilitas heboh untuk di review positif kalau tempatnya sudah bersih, nyaman, low budget, bisa berfungsi sebagai hotel yang baik dan benar; bisa untuk tidur, dan the precious benefit is bisa chit chat dengan stranger backpackers dari dalam dan luar negeri. Feel sksd antar penginap akan terbangun natural karna satu lorong terdiri dari banyak kapsul jadi bertukar cerita positif sangat memungkinkan.

IMG20160324234038

Saat sarapan (ya disini ada sarapan walaupun harga hotel murah, saat ini per April 2016 harganya Rp.100.000/malam), ngobrol sama mas-mas yang lagi berpetualang keliling pulau Jawa dan cerita dari mana dan mau kemana. Seru! Banyak dapat cerita dan pengalaman orang lain. Sungguh niat modus bin gombal itu mengoar aura kegelapan dan gampang dirasakan, tapi ajakan berpetualang itu wajar terjadi disini, natural dan tanpa ilmu hitam. Hanya saja ya, rencanaku adalah perjalanan personal. Bukan fokus pada destinasi tapi memorinya, dan tanpa kenangan yang sama tidak akan bisa berbagi makna dan menikmati nostalgia. Sebagai tambahan kalau ada nih ya orang niat solo traveling, it means ‘literary’ they really need alone dan tolong oh tolong tidak perlu melihat dengan tatapan juga ucapan mengasihani orang yang senang melakukan aktifitas sendiri karna justru seringkali sendiri merupakan waktu recharge energi. Percayalah ada makhluk bernama introvert yang menyukai itu.

Lanjut merivew hotel. Untuk barang bawaan bisa di simpan di loker bawah kasur. Loker tersebut dapat dibuka dengan kunci berbentuk gelang. Lokernya luas dan bisa masuk koper ukuran kabin.Ruang untuk sholat juga tersedia.

DCIM100MEDIA
Ada stop kontak, meja lipat kecil, gantungan baju, bantal, selimut dan mba-mba dengan tampang sumringah

Kamar mandi layaknya kamar mandi di kolam renang yang di share secara umum, tapi harus aku akui standar furniture, kebersihan, dan jumlah kamar mandi memadai.

Nah dalam me review aku coba berimbang, kali ini ingin membahas sisi negatifnya. Booking dilakukan via aplikasi traveloka, disana aku memilih female studio yang artinya akan se-lorong dengan para pengunjung perempuan. Tapi ternyata eh ternyata pada akhirnya dicampur juga ada pengunjung laki-laki yang bergabung, dan yaah walaupun kamar sangat tertutup tapi tetap mempertanyakan guna pemisahan studio laki-laki dan perempuan apa kalau pada akhirnya dicampur?

Catatan khusus bagi kalian yang ingin mencoba menginap di hotel kapsul:

Pertama pastikan tidak memiliki claustrophobia. Punya trauma dan ketakutan di ruangan sempit sangat tidak dianjurkan menginap disini karena ruangan termasuk kecil. Seperti masuk dalam peti kayu dengan alas kasur single bed.

Kedua pastikan bisa tidur nyenyak sekalipun mendengar suara sehalus apapun. Malam-malam akan sangat hening bahkan suara langkah kaki, membuka kapsul, membuka loker, itu jadi kenceng berkali lipat, mungkin napas aja bakal kedengeran. Jadi untuk yang pendengarannya sangat sensitif dan sulit tidur kalau mendengar banyak bunyi-bunyian, lebih baik sumpel kuping atau tidak menginap di hotel kapsul.

Ketiga pastikan tidak banyak melakukan gerakan ekstrem pas tidur, gulang guling nendang-nonjok, you name it, untuk istilah ketidaksadaran bergerak ketika tidur. Karna bisa dipastikan badan bakal memar kepentok.

Keempat pastikan diri mampu menghargai keberadaan orang lain. Kalau terbiasa ngorok, diredam koroknya  (gimana caaranya?) jangan lupa juga silent hp. Prinsipnya jangan lakukan apa yang tidak mau orang lain lakukan kepada kita. Intinya jangan berisik pas malem-malem.

Kelima pastikan barang aman terkunci di loker. Jika bisa jangan sampai barang pribadi berserakan di atas kasur ketika meninggalkan kamar untuk sholat, mandi, ataupun keluar hotel.

Keenam enjoy!

(Bersambung ke Part II)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s