Recipe · Thought

Masak – Masak

Hikmah ramadhan adalah banyak ibu-ibu dan kakak-kakak yang rajin posting resep masakan di berbagai media sosial. Hasrat hati mencoba pun besar melihat step yang ditunjukkan seperti mudah dan hasilnya terlihat enak (maklum semua makanan jadi enak keliatannya ketika puasa).

Perihal masak nih ya, akan timbul kesensian luar biasa jikalau ada yang menghubungkan kemampuan masak-memasak dengan kesiapan menikah. Oke setuju manusia butuh makan, oke makanan akan ada setelah aktivitas memasak. Ironis aja nih ya kalau ngedenger celetukan “cieeee, masak, udah siap nikah nih” (Laah…) atau ada yang nanya “Niat nikah? Lu bisa masak apa aja?” karna kesel jawaban yang keluar paling “Duh masak air aja gosong” atau “tenang… ada mie instan, micin sama bumbu serba guna juga ada, warteg juga bertebaran” atau apapun lah yang bikin penilaian orang jadi; ‘nista banget sebagai perempuan usia 20 an dengan skill masak dibawah garis kewajaran’ (padahal emang).

Entahlah ya, rasanya sedih aja kalau hidup sebagai istri atau ibu disimplifikasi perannya hanya dengan kemampuan memasak dan agak gimana gitu kalau memasak itu diidentikkan dengan perannya perempuan. Bukan apa-apa, banyak kok koki laki-laki, atau laki-laki yang hobi masak tanpa mengurangi kelaki-lakiannya. Perempuan sudah kece apa adanya dengan kerelaan, juga kesadaran penuh menambah peran sebagai istri dan ibu. Apalah hanya perihal masak kalau sudah nyaah (sunda: sayang) semua bisa diusahakan dan dilakukan. Jangan sangsikan the power of emak-emak yang penuh usaha meng-ada kan yang tidak ada, yang penuh usaha belajar sesuatu yang tidak biasa dilakukan dan tidak bisa dilakukan. Hidup Emak-Emak! Hidup Bapak-Bapak! (Biar gak diamuk bapak-bapak). Jadi ya no worry be happy lah dengan berbagai intimidasi dan tuntutan tralala trilili.

Proses sampai makanan tersaji itu maknanya cukup berarti buatku pribadi. Maklumlah aku mah segalanya dipikirin. Mulai dari membeli bahan ada rumusnya, sayur yang bagus, merk keju yang bagus, cara subtitusi bahan, mikir improvisasi dari resep, beli bahan sampai bisa masak bareng dengan anggota keluarga, ngobrol ngalor ngidul sambil nangis pas motong bawang, dan diakhiri mengomentari dan menertawai masakan yang sudah jadi. Sungguh kawaaan masak itu salah satu aktivitas bonding yang berkualitas. Keluarga itu sama juga seperti makanan, ketika diolah terdiri dari macam-macam bahan yang berbeda tapi dikumpulkan bukan untuk mencari dominasi tapi justru penyatuan itu membentuk hal baru yang lebih dari keunggulan satu bahan. Jadi yaaaa.. berkat memasak tidak hanya perut yang keisi tapi hati juga keisi . Ini ada beberpa resep yang gampang, enak, dan bisa dicoba bareng-bareng sama kakak, adek, ibu, ayah di rumaaahhh… Selamat memaknai masak memasak, selamat menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, selamat makaaan :3

Makaroni Panggang

IMG-20160619-WA0017.jpg

Sumber resep: dari mulut ke mulut dan dari resep ke resep di internet (lupa)

Bahan:

  • 100 gram makaroni ( direbus, jangan lupa air rebusannya dikasih minyak 1 sdm aja biar makaroninya gak lengket, tiriskan. oia btw, kalau diatas gambarnya gak pake makaroni karna abis jadi pake fusilli yaudah la ya saudara seper-pastaan)
  • 50 gram daging giling (atau sekaleng kornet, atau sosis)
  • 1/4 bagian bawang bombay, cincang halus
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 sdm Mentega
  • 2 butir telur
  • 250 ml susu cair
  • 3 sdm tepung terigu (opsional, biar cairan kental tapi untuk kali ini aku ga pake terigu)
  • 25 gram keju cheddar, parut halus
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • keju cheddar (lagi, untuk taburan diatasnya) – kalau lebih enak lagi pake mozarella biar meleleh

Cara Membuat:

  • Lelehkan margarin, tumis bawang bombay
  • Masukkan daging/sosis/kornet
  • Masukkan makaroni yang sudah direbus
  • Buat campuran susu cair, telur, garam, lada, pala di mangkok terpisah (diaduk sampai rata lalu masukkan ke adonan makaroni
  • Masukkan keju cheddar parut
  • Aduk sebentar angkat lalu masukkan ke loyang
  • Tabur mozarella, lalu tabur cheddar juga (maklum keju addict)
  • Panggang dalam oven bersuhu kurleb 150-180 derajad celcius sampai kecokelatan (gambar diatas baru mau masuk ke panggangan jadi masih pucet)

Cheese Cake Kukus 

IMG-20160627-WA0005.jpg

Sumber resep dari akun FB: Resep Hidangan Nusantara (dengan sedikit modifikasi)

Bahan:

  • 6 sdm margarin
  • 6 sdm tepung terigu
  • 5 sdm gula pasir
  • 1 sachet susu kental manis putih
  • 1 sdt baking powder 
  • 2 butir telur 
  • 35 gr keju 
  • 3 lembar keju slice/cream cheese
  • Oreo/Good time/twister

Cara Membuat:

  • parut keju
  • campurkan margarin dan keju parut (dicampur di gelas beling tinggi atau wadah plastik tapi pastikan logo segitiga di belakang wadah ya, bisa dibaca artikel ini), terus panaskan air di panci sampai mendidih (airnya jangan banyak-banyak dan jangan melebihi tinggi gelas)
  • masukkan gelas tadi ke panci dengan air yang mendidih. Istilah kerennya di tim biar mentega dan keju meleleh
  • selagi nunggu margarin mencair, kocok telur dan gula pake garpu, kocok sampai berbuih ya
  • campurkan tepung dan baking powder. aduk rata
  • campurkan kocokan telur dan margarin cair. (Margarinnya masih dalam keadaan panas juga gapapa langsung dicampur. Kalau kejunya ga ikut mencair jangan khawatir)
  • campurkan adonan telur margarin dengan tepung terigu
  • campurkan susu kental manis putih. aduk rata, jangan sampe ada yg menggumpal.
  • masukkan setengah adonan ke cetakan (bisa pake loyang aluminium, wadah kaca, wadah plastik – dengan memperhatikan logo yaaa)
  • setelah setengah matang susun keju slice/oles cream cheese, lalu tuang separuh adonan lagi
  • Dikukus kurang lebih 10-15 menit
  • Setelah matang, angkat, taburkan oreo yang sudah dihancurkan, padatkan diatasnyaaa
  • DONE.. yeaah!

Cerita di balik resep; perhatikan slice keju ditengah, sesungguhnya itu adalah jenis keju yang salah beli karna meleng. Rasa kejunya barbecue dooong, dan karna letaknya di tengah jadilah kue barbecue manis. Rasa rasanyaaaa mau nyolekin ke mayonnaise dan saos… Tapi entah mengapa adek-adekku tetep makan dengan lahap. Efek puasa memang bikin lidah gak normal kali ya..

Resep lainnya bersambung…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s