Cerita · Thought

Asalnya Dari Mana?

Asalnya dari mana? Pertanyaan sederhana bagi sebagian orang.

Mereka yang..

Lahir dan tumbuh di tempat yang sama. Atau perantau yang tau akan pulang kemana. Tumbuh dengan budaya, bahasa atau adat daerah tertentu. Mereka mungkin tidak ragu menjawab pertanyaan ini.

Akupun tak ragu untuk menjawab tapi ragu itu kadang muncul dari si penanya.

“Asalnya dari mana?”

“Lahir di Bandung”

“Oohh tiasa sunda atuh? Bla bla bla”(bahasa sunda)

“…bisa dikit, ngerti, tapi kalau ngomong sunda gak bisa, kagok..”

“Ooohhh.. ”

“Orang Bandung juga? Rumah di mana?”(Mencoba buka topik)

“Di xxx deket yyy itu yg patokannya zzz”

(Nyengir gak ngerti)

-Fin

Kadang mupeng lihat temen-temen yang langsung akrab ngobrol karna alasan kesamaan daerah atau kesukuan padahal baru kenal.

Aku lahir di Bandung. Kalau ada istilah sunda kw besar kemungkinan itu aku. Ibu, nenek-kakek, sebagian besar keluargaku bisa dibilang sunda ori.  Lahir dan besar di tanah yg sama, tingkatan bahasa sunda halus-kasar hafal luar biasa, belajar jaipong juga nembang, hafal sudut di kab.Bandung dan kota Bandung diselipi banyak memori di sana sini. Ayahku lahir dan besar di Jakarta, sangat akrab dengan kotanya tau akan menghabiskan masa tua dimana. Well, keluarga ayahku juga banyak dialiri kesundaan..

Aku mencicipi tanah kelahiran belum genap 5 tahun langsung diboyong ke Surabaya. Sempat menyesali saat di Surabaya tidak jadi anak baik ketika pelajaran bahasa jawa dan kebudayaan, karna selalu main di uks. Khusus mata pelajaran itu pantang kembali ke kelas sampai jam selesai. Menghafal ho no co ro ko tidak menarik buatku.. yang tertinggal ditahun ke 5 aku hidup di Surabaya adalah dialek medhok, juga rutinitas yg (sekarang, tidak banyak) aku ingat. Dan yang terpenting sebenarnya adalah di Surabaya aku punya keluarga (literally) baru yang sering aku repotin selama orangtuaku kerja.

Tahun-tahun selanjutnya yg kuingat adalah justru usaha untuk menghilangkan medhok. Saat itu kelas 3 SD, dan aku belajar apa itu adaptasi di dunia baru – dunia itu dinamai Makassar. Teman-teman ku di Makassar sering menertawai dan bilang kalau logat yg aku gunakan lucu.. aku pikir melucu terlalu sering juga kurang menyenangkan.. Diluar itu Makassar memberikan banyak memori yang menyenangkan. Kenal dengan teman-teman disana berkah luar biasaaa..

Ingatan anak usia SD yg berbekas sampai dewasa itu artinya waktu seperti berhenti, yang aku kenal tetap masa lalu padahal kebanyakan yang aku ingat sudah berubah.

Sekarang tinggal di Jakarta sudah 10 tahun lebih.

Dan pada akhirnya harus aku akui bahkan aku asing dengan teritorial lahir juga tumbuh kembangku. Tapi lepas dari itu senang juga bisa merasakan banyak hal ditempat berbeda dengan budaya berbeda..

Jadi siap-siap kalau kalian tanya asalku dari mana, jawabanya bakal panjang. Beruntunglah buat teman-teman yang fasih berbahasa daerah dan paham betul ‘rasa’ budayanya.. Jadi penjaga budaya dan bangga dengan nilai tradisional, langka sekali sekarang..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s