Puisi

Para Pendatang

Bumi tua, kenal betul tingkah pola para pendatang
Dipijak gen generasi berbeda
yang silih semilih rupa rasa

Bumi statis menari diorbit edar, pendatang dinamis beradu di dalam
Berlomba menjejal bagian bumi masuk dalam rongga organ pendatang
Memodifikasi tempat pijakannya juga tampaknya demi alat sakti yang bisa menukar segala
lusa, sewindu, seabad, lalu kikislah pengungsian para pendatang

Bumi statis menari diorbit edar, pendatang dinamis beradu di dalam
bertikai lalu merah diserap tanah, juga bulir biru ratap para nestapa
Menitip ranjau untuk menyerpih tulang dan daging pendatang sana
Tak ada sama, merasa adidaya, pemilik segala
Besok, lusa, sewindu, seabad, lalu apalah arti setara

Kami makhluk pendatang…
Hasil kembang biak yang bermula dari satu rahim hawa
moyang yang terusir dari rumah menuju pengasingan

Kami makhluk pendatang..
kadang antara rumah dan pengasingan begitu kabur tak ada beda
lalu jelas akan ada ketika tiada

Kami makhluk pendatang..
Sering kali abai akan asal pun abai akan kembali

-SKP-
29 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s