About Children

Bagaimana Mengenali Pedophiles?

(Tulisan ini diambil dari materi presentasi dengan judul PEDOPHILES & CHILD PREDATOR oleh A. Kasandra Putranto, Psychologist)


Menurut kriteria diagnostik DSM V, pedofil adalah individu yang berfantasi dan memiliki dorongan hasrat untuk melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun. Pedofil biasanya memperlihatkan ketertarikan mereka terhadap anak-anak ketika berada di tahap pubertas atau remaja, dan ketertarikan ini juga yang akan berkembang di tahapan perkembangan selanjutnya. Jumlah pedofil homoseksual (9-40%) 4 sampai 20 kali lebih tinggi dibandingkan homoseksual antara laki-laki dewasa dengan laki-laki dewasa (2-4%).

Karakteristik Fisik

Jenis kelamin
Jumlah pedofil yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan.

Usia
Menurut beberapa penelitian, usia pedofil berkisar 40-70 tahun. Namun di Indonesia, terdapat eskalasi jumlah pedofil muda.

Suku, agama, dan bentuk fisik
Tidak ada kriteria tersebut yang menentukan seseorang menjadi pedofil.

Karakteristik Sosial

Keterampilan sosial yang rendah
Pedofil umumnya mengalami kesulitan dalam membina hubungan interpersonal dengan orang lain. Namun kualitas ini kerap tertutup oleh kemahirannya mengambil hati

Kemudahan akses ke anak-anak
Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak korban kejahatan seksual sebanyak 30% dilakukan oleh anggota keluarga, 60% oleh orang dewasa yang sudah mereka kenal (selain anggota keluarga), dan 10% orang asing.

Banyak terlibat dengan dunia maya
Beberapa hasil penelitian mengindikasikan 30-80 % individu yang melihat ponografi anak dan 76% individu yang ditangkap karena pornografi anak di dunia maya pernah melakukan penganiayaan terhadap anak. Penelitian mengungkapkan bahwa penurunan oleh pengguna internet yang berhubungan dengan pornografi anak disebabkan tekanan dari “pengawas” internet dan peningkatan jumlah polisi yang mengawasi dunia maya.

Jenis Pedofil di dunia maya
-Penguntit, yang mencoba untuk memperoleh akses secara fisik ke anak-  anak.
-Penjelajah, pengguna internet untuk bertukar kesenangan seksual tanpa  kontak fisik (co: chat rooms).
-Masturbator, pengguna internet untuk mendapatkan kepuasan seksual  secara pasif (co: melihat pornografi anak).
-Penghubung, yang berkomunikasi dengan pedofil lainnya dan bertukar  informasi, pornografi, atapun anak-anak korban pedofil. -Kombinasi dari keempat tipe di atas.

Mempunyai hubungan yang unik dengan pasangannya
Kebanyakan pedofil gagal dalam pernikahan karena berhubungan dengan ketertarikan seksual mereka, namun mereka tetap bertahan di dalam pernikahan untuk menutupi maksud mereka yang sebenarnya. Sayangnya, pasangan mereka mengetahui hal tersebut namun lebih memilih untuk diam untuk menghindari aib dan stigma sosial.

Karakteristik Mental

Penyimpangan seksual
Menurut penelitian, sekitar 50-70% pedofil dapat didiagnosa juga memiliki penyimpangan seksual paraphilia yang lain, seperti frotteurism, exhibitionism, voyeurism, atau sadism yang bertanggung jawab atas munculnya karakteristik perilaku tertentu.

Terkadang mereka memiliki gangguan kepribadian
seperti obsessive compulsive disorder, impuls control disorder, antisocial, borderline, narcissistic, dan ketergantungan (beberapa penelitian menemukan bahwa sekitar 50-60% pedofil memiliki ketergantungan pada obat-obat terlarang).

Gangguan klinis
seperti depresi atau penggunaan obat-obatan terlarang

Kurangnya kepatuhan pada hukum, kemampuan pemecahan masalah yang rendah, intelegensi di bawah rata-rata, dan gangguan klinis Memperlihatkan pola mekanisme pertahanan diri

  • Penyangkalan, co: apakah salah memberikan pelukan kepada anak kecil?
  • Meminimalisasi, co: ini hanya terjadi sekali.
  • Pembenaran, co: saya adalah penyuka laki-laki, bukan penganiaya anak. Atau ini adalah hubungan suka sama suka.
  • Pemalsuan, co: kegiatan ini adalah bagian penelitian untuk proyek sekolah.
  • Menyerang, co: menampilkan perilaku menyerang anak/polisi/penegak hukum.

Merasa seumuran dengan korban mereka

Karakteristik Pelaku

Pandai memanipulasi anak-anak
erutama anak yang rapuh secara psikologis, dan kebanyakan anak-anak yang dipilih adalah dari broken home, korban dari penelantaran emosi atau fisik, anak-anak yang menarik diri dari lingkungan sosialnya, karena mereka mudah untuk didapatkan perhatiannya. Membawa anak-anak ke taman hiburan, tempat makan, dan tempat menarik lainnya. Membelikan berbagai mainan dan hal-hal yang disukai oleh anak-anak. Jika targetnya adalah seorang anak yang bermasalah, seorang pedofil akan berusaha simpati terhadap anak tersebut. Lambat laun anak tersebut akan dapat mengembangkan perasaan nyaman kepada pedofil tersebut meskipun anak tersebut sedang dalam kondisi dianiaya. Proses simpati kepada pelaku disebut sebagai Stockholm Syndrome.

Memiliki hobi dan ketertarikan yang disukai anak
Mereka mengkoleksi mainan, boneka, membuat model mainan pesawat atau menjadi badut atau ahli sulap untuk menarik perhatian anak-anak. Di samping itu, pedofil juga banyak mengkoleksi materi pornografi anak karena berhubungan dengan pikiran mereka yang berulang kali berfantasi hubungan seksual pada anak. Pedofil seringkali memperlihatkan materi-materi pornografi yang dikoleksinya secara eksplisit kepada anak-anak. Terkadang mereka melakukan hal tersebut dengan alasan untuk mengajarkan nilai-nilai pendidikan seksual.

Tidak mampu mengendalikan dorongan seksual
Pikiran-pikiran yang menimbulkan dorongan seksual berhubungan dengan perilaku pedofil yang seringkali menyaksikan pornografi anak.

Berpindah tempat tinggal
Sering berpindah tempat tinggal, dan jarang menjelaskan kenapa ia meninggalkan pekerjaan terakhir mereka, terutama karena mereka selalu mencari kesempatan untuk dekat anak.


Terimakasih banyak untuk Ibu Kasandra Putranto atas ilmu dan izinnya untuk menyebarluaskan materi  ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s