Thought

Judulnya “Bebas” deh Kalian Tentukan

Menurutmu bebas itu apa?

Ketika ada orang yang mengatakan pergaulan bebas pikiranmu terbang kemana? Menjadi negatif rasanya kalau pergaulan dipertemukan dengan bebas.

Pernah dengar pendapat burqa bagian dari ketidakbebasan berekspresi? Karena tidak bisa bebas memilih model pakaian dan warna untuk ditunjukkan di depan umum. Apa iya ini negasi dari bebas?

Ada yang bilang orang yang bebas adalah orang yang berani mendobrak norma dan nilai yang digunakan masyarakat umum, tradisional, kolot katanya. Sebut saja tattoo, melakukan hubungan seksual diluar ikatan pernikahan, atau menentang hukum adat ditempatnya.. Apa ini namanya bebas?

Tapi disisi lain ada juga yang merasa norma dan nilai menjaga dirinya untuk mencapai kebebasan itu sendiri. Misalkan seorang yang menggunakan jilbab merasa jilbab membebaskannya dari pandangan orang yang menilai bentuk fisiknya. Atau masyarakat suku baduy yang tetap bertahan tinggal di atas gunung tanpa penerangan dan 1001 aturan adat lain, pakaian diatur hukum adat, interaksi diatur hukum adat, menggunakan kaki sebagai moda mobilitas satu-satunya dan lain sebagainya.  Lalu orang kota dengan santainya bilang gak bebas ya…  Padahal mungkin saja terhindar dari hukuman adat dengan mematuhi aturan bagian dari kebebasan mereka.

Katanya kita punya kebebasan untuk memilih, sebut saja dalam pemilu, tapi ketika menunjukkan ekspresi dukungan untuk salah satu kandidat saat itu pula orang lain dengan bebasnya melabel si pemilih beraliran ini-itu, bagian kelompok ini-itu dan bla bla bla lainnya.

Manusia bagian dari sistem sosial, yang berarti manusia itu bahan untuk dikomentari lalu suatu saat berbalik menjadi komentator dengan subjek manusia lain. Topik yang selalu menarik bukan menceritakan orang lain? Contohnya Si “X”  menunjukkan kebebasannya dengan memilih jalan hidup tertentu, saat itu pula orang lain hadir untuk mengambil kebebasan berkomentarnya. Saat itu terjadilah perubahan dalam keputusan si “X”. Katanya bebas itu sebuah kemampuan bertindak sesuai dengan keinginannya. Tapi kita kan hidup tidak hanya memenuhi keinginan diri sendiri, orang lain berkehendak pula, apa hanya sekedar “ingin” semua keinginan bisa terjadi? Tanpa mengganggu “inginnya” orang lain? Jadi apa itu kebebasan?

Seharusnya tidak ada stigma dalam memaknai kebebasan kalau setiap orang punya sudut sendiri tentang bebas. Bebas itu justru penuh norma dan aturan aturan yang menggiring seseorang hidup bermasyarakat dengan nyaman. Mungkin begitu, menurutmu?

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s